Tampilkan postingan dengan label device. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label device. Tampilkan semua postingan

Whats LCD v.s OLED v.s Super AMOLED v.s IPS/Retina Display

Posted by Unknown On Sabtu, 13 Juli 2013 0 comments
Pesatnya perkembangan perangkat mobile seperti Smartphone & Tablet, mendorong juga perkembangan teknologi yang membentuknya. Salah satunya adalah display, yang merupakan fitur penting bagi user saat memutuskan membeli perangkat ini.
Pada dasarnya display sendiri memiliki beragam teknologi, yang memiliki perbedaan material, fitur serta kualitas pencitraan. Dibawah ini beberapa varian display yang paling umum digunakan oleh produsen saat ini.

LCD
LCD (Liquid Crystal Display) merupakan teknologi layar “legendaris” yang paling banyak dipakai saat ini, terutama pada smartphone & tablet. Sebagian besar produsen mengklaim penggunaan teknologi LED pada produk mereka, tapi kenyataannya masih menggunakan LCD dengan tambahan sedikit LED (seperti teknologi LED Backlit).


LCD bekerja dengan cahaya listrik yang selalu menyala dibagian belakang material display (backlight). Cahaya itu diperlukan untuk memproduksi warna hitam, putih & warna-warni.
LCD berkualitas tinggi memiliki akurasi warna-warni yang sangat baik, tapi sebagian LCD standar menurunkan kualitas warnanya, terutama pada merah, biru dan ungu agar hemat daya (semakin tinggi akurasi warna, membuat daya baterai makin boros). Kelebihan LCD adalah pada tingkat penggunaan yang cukup lama.
Kelemahannya, produk ini bisa menghasilkan cacat produksi yang disebut dengan dot pixel, yaitu titik-titik mati pada bidang layar. Selain itu LCD diklaim lebih lambat terhadap respons sentuhan (touch) dibanding LED.

OLED (atau AMOLED)
OLED (Organic Light Emitting Diode) merupakan teknologi yang umum digunakan oleh perangkat mobile kelas menengah atas. Berbasis LED, teknologi ini diklaim lebih terang serta hemat daya dibanding LCD. OLED juga memerlukan cahaya listrik untuk memproduksi warna putih dan warna, kecuali untuk warna hitam. Inilah yang membuat OLED lebih hemat daya.
AMOLED adalah variasi dari OLED (singkatan dari Active Matrix OLED), yaitu teknologi OLED dengan fitur tambahan material thin-film transistor (TFT) yang berfungsi sebagai switch pixel secara  otomatis (On/Off). TFT merupakan teknologi lama yang menjadikan layar menjadi lebih terang walau dilihat dari sudut samping. Secara keseluruhan AMOLED membuat resolusi layar terlihat lebih tajan, tampilan lebih baik serta ukuran layar lebih lebar.
Kelemahan OLED terletak pada intensitas yang berlebihan pada warna hijau (oversaturated), yatu kondisi warna hijau menjadi lebih putih atau gelap hingga menghilangkan keasliannya. Selain itu biaya produksi OLED jauh lebih mahal dibanding LCD, sehingga banyak produsen mengalihkannya pada LCD Backlight. Salah satu ciri layar smartphone/tablet pengguna OLED original adalah ketipisan bodi perangkat (sangat tipis) serta frame layar yang tidak terlalu lebar.

Super AMOLED

Super AMOLED merupakan produk proprietary (hak milik) produsen Samsung, walau ada produsen lain sebagai penggunanya. Tapi dasarnya Super AMOLED adalah buatan Samsung. Perbedaan Super AMOLED dengan OLED terletak pada fitur sub pixels, yaitu sejumlah anak pixel yang membentuk pixel utama.
Sebuah pixel dalam jumlah jutaan membentuk sebuah pencitraan yang kita lihat pada layar. Jadi pixel menentukan resolusi atau ketajaman gambar secara keseluruhan. Sebuah pixel dibentuk oleh sub pixels warna dasar merah, hijau & biru (RGB = Red, Green & Blue) yang membentuk kombinasi warna lainnya.
Layar sentuh (touchscreen) biasanya memiliki dua lapisan, layar tampilan tersendiri dan lapisan sentuh, sehingga akan menghasilkan efek memantul yang silau. Layar Super AMOLED memiliki satu lapisan saja, tidak hanya mengeliminasi adanya celah udara yang menyebabkan silau. Lapisa ini juga dapat mendeteksi sentuhan, serta terintegrasi langsung di layar, bukan diletakkan di lapisan atas. Ini adalah teknologi baru yang membuat layar terlihat jelas walau berada di bawah sinar matahari dengan layar sentuh bebas pantulan.
Layar Super AMOLED tidak hanya memiliki sudut tampilan 180 derajat, namun juga sangat jernih—20% lebih terang dan lebih bening daripada layar AMOLED biasa. Dengan layar ini, warna menjadi sangat hidup berkat adanya reproduksi warna yang 30% lebih baik daripada layar LCD.
Setiap piksel memiliki sumber cahaya sendiri, jadi piksel hitam tidak menyala, dan tidak menggunakan energi. Anda akan mendapatkan kontras yang lebih baik, konsumsi daya lebih hemat dan durasi pemakaian baterai akan 20% lebih lama daripada layar konvensional. Nikmati menonton film dan memutar musik lebih lama, dan merekam video terus-menerus tanpa harus berhenti dan mengisi daya.

IPS / Retina Display
IPS singkatan dari In-plane Switching, merupakan teknologi LCD premium yang memiliki sudut penglihatan yang lebih baik & lebih jernih. IPS merupakan kompetitor dari OLED. Sebagian Tablet & Smartphone LCD yang beredar saat ini menggunakan teknologi IPS pada layarnya.
Retina Display adalah bagian dari teknologi IPS dan trade-mark (hak cipta) milik Apple Inc. Retina merupakan teknologi pencitraan dengan resolusi tinggi yang membuat mata manusia tidak bisa melihat pixel pada layar karena tingkat kerapatannya yang tinggi.
Secara teknis Apple menggambarkan Retina Display sebagai layar LCD yang mampu memproduksi densitas pixel super tinggi. Caranya dengan menekan resolusi 960×640 pixel ke dalam layar dimensi 3.5 inci atau memiliki densitas pixel 326 pixel per inci (ppi). Retina display, seperti terdapat di Tablet new iPad, memiliki resolusi tampilan  2.048 x 1.536  dengan kerapatan piksel mencapai 246 PPI (Pixel per Inchi). Kualitas layar ini diklaim lebih baik dibandingkan high definition television (HD TV), yang memiliki resolusi layar 1024×768. Kualitas kejernihan layar berteknologi Retina ini diklaim sangat rapat & sangat jernih, sehingga mata kita tidak dapat melihat atau membedakan piksel layar tersebut.

Kesimpulan :
1.     Ada dua tipe material display saat ini yaitu LCD dan LED. Dalam perkembangannya keduanya memiliki berbagai fitur tambahan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.
2.     Sebagian besar Smartphone & Tablet yang beredar diklaim menggunakan LED, padahal teknologinya masih LCD. Hal ini sering disebut sebagai fitur LED Backlit, yaitu layar LCD yang diberi penerangan LED disekeliling frame layar agar gambar terlihat lebih terang.
3.     OLED/Super AMOLED merupakan pengembangan teknologi dari material LED, sedangkan IPS/Retina Display dari LCD.
4.     Retina display cenderung memiliki resolusi lebih tinggi dari layar AMOLED.
5.     Layar AMOLED memberikan kontras yang lebih baik dari Retina display.
6.     Layar AMOLED memiliki keterbacaan rendah di bawah sinar matahari langsung (daylight) dibanding Retina display.
7.     Layar AMOLED cenderung lebih efisien dayanya daripada Retina display. 

READ MORE

What's Teknologi BSI

Posted by Unknown On 2 comments

BSI singkatan dari Back Side Illumination, merupakan teknologi sensor kamera generasi terbaru yang diciptakan oleh produsen Omni Vision. Teknologi ini sekarang dipakai pada berbagai device kamera digital, SLR dan Smartphone kelas menengah ke atas. BSI memperbaiki teknologi lama sebelumnya yang dikenal dengan nama FSI (Front Side Illumination).
Perbaikan teknologi ini karena makin lama user makin sensitif terhadap kualitas foto yang mereka buat. Tidak yang dapat menggantikan gambar berkualitas tinggi. Mulai dari reproduksi hingga kejernihan warna, foto membuat kita mengenang kembali momen masa-masa indah dan serasa ada ikatan batin yang lebih dalam.
Teknologi terbaru Sensor CMOS* BSI (Back-side illuminated) memastikan bahwa gambar memiliki jumlah warna yang optimal. Teknologi sebelumnya, seperti sensor CMOS Front-side Illuminated (FSI), memotret dengan pengaturan inferior: sejumlah warna dan cahaya tertentu terhalangi oleh kabel internal sehingga tidak sampai di permukaan ‘penerima cahaya’. Kesalahan ini telah diselesaikan dengan Sensor CMOS BSI, dan sekarang, foto yang Anda potret benar-benar hidup persis dan berkualitas seharusnya.

*CMOS merupakan singkatan dari “complementary metal oxide semiconductor”, yaitu teknologi chip yang umum digunakan pada camera digital.


Benefit lain Sensor CMOS BSI adalah saat merekam dalam kondisi gelap. Dengan struktur sensor yang main sempurna, kamera hanya memerlukan lebih sedikit cahaya untuk menampilkan warna, dan hasilnya jelas lebih baik. Mulai dari bayangan hingga ruangan redup, kita akan menikmati visual yang lebih baik dan lebih kaya warna, serta mungkin belum pernah kita rekam sebelumnya.

Cara kerja BSI :
Struktur sensor BSI (Sisi Belakang Menyala) menggerakkan kabel ke sisi belakang sensor, hingga bisa meningkatkan sensitivitas dan mengurangi gangguan penerimaan layar. Pada struktur CMOS lama, kabel sirkuit sensor terletak didepan material sehingga menganggu penerimaan cahaya dari luar.


1. Cahaya
2. Sirkuit Transfer Berkecepatan Tinggi
3. Dioda Foto

BSI Generasi ke-2
Teknologi BSI sudah berkembang pada generasi kedua, walau masih sedikit produsen kamera yang menggunakannya. BSI 2 merupakan penyempurnaan dari teknologi sebelumnya, dengan proses teknologi pixel 1.1 micron, keping tembaga 300mm yang dibuat pada proses manufaktur 64 nm. Penyempurnaan teknologi ini membuat BSI 2 lebih baik dapat sensitifitas cahaya redup, kualitas gambar lebih baik dan sistem warna yang lebih hidup.



READ MORE